Ads 468x60px

Pilih laptop baru apa laptop bekas??

Ketika anda dihadapkan pada kebutuhan untuk membeli laptop, salah satu pilihan yang muncul tentunya memilih untuk membeli notebook baru apa notebook bekas (kecuali anda tipe orang yang alergi dengan laptop-laptop bekas :-) ). Apa sih untung ruginya laptop seken dibandingkan dengan laptop baru??? Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa anda pertimbangkan....

FITUR/PERFORMA : Jelaslah... kalau anda membeli notebook baru tentu anda berkesempatan mendapatkan notebook dengan fitur/spesifikasi terkini dan tercanggih (walaupun tetap ada laptop baru dengan fitur / spesifikasi yang lebih rendah, terutama untuk budget laptop). Laptop seken, pada umumnya paling tidak tertinggal 1 generasi daripada laptop baru. (misalkan: saat ini prosesor terbaru dari intel adalah seri ivybridgge --> core generasi 3, maka di pasaran laptop bekas yang ada seri sandybridge -- core generasi 2)

GARANSI: Ini adalah salah satu pertimbangan utama orang beli laptop baru: adanya jaminan garansi. Tentu saja kalau anda membeli laptop yang resmi / distributor besar. Kalau anda membeli notebook BM ya.... sama aja tanpa garansi. Untuk laptop seken, yang bisa anda harapkan adalah mendapatkan sisa garansi resmi beberapa bulan, atau mendapatkan garansi pribadi dari penjual/toko. Satu yang perlu diingat bahwa garansi diberikan pabrik untuk melindungi anda dari laptop cacat produksi, bukan karena kesalahan pemakaian.

 Emangnya kenapa ???? sssst baca terus aja OK :-)

RELIABILITY/KEHANDALAN: banyak orang yang terbuai oleh asumsi semu bahwa laptop baru tentu lebih handal daripada laptop bekas. Apa benar??? Laptop keluaran terbaru tentu  memiliki desain baru, komponen baru dsb yang serba baru. Tidak semua yang baru tadi bekerja dengan baik. Adakalanya ternyata ada desain atau komponen yang cacat, dan ini hanya akan diketahui setelah laptop tersebut beredar beberapa lama di pasaran. Sebagai seller laptop bekas, saya cukup banyak mengetahui kelemahan tiap-tiap tipe laptop dari berbagai merk, dan perlu anda ketahui juga bahwa ada tipe-tipe laptop tertentu yang terkenal "gampang rusak". Sepanjang pengalaman saya, hal ini terjadi di hampir SEMUA MERK, branded maupun lokal, premium maupun budget. sayangnya (at least di Indonesia) belum ada budaya dari produsen laptop untuk melakukan RECALL produk yang bermasalah, seperti halnya mobil Coba kalau ada ..........

KEMUDAHAN: Membeli laptop baru biasanya kita tidak perlu melakukan pengecekan yang teliti, bahkan seringkali konsumen membawa pulang notebook barunya dalam kondisi tersegel di dalam dus (toh ada garansi ...... ), sebaliknya saat membeli laptop bekas anda dituntut untuk mengecek dengan jeli setiap bagiannya. Sebaliknya, membeli laptop bekas umumnya anda mendapatkan laptop yang siap pakai tanpa perlu setting atau install ini-itu, bahkan kadang ada bonus lagu, film dsb. Membeli laptop baru berarti anda harus menyiapkan sendiri laptop tersebut agar siap kerja, bahkan apabila anda membeli laptop yang sudah dilengkapi OS pun, anda masih harus menambahkan software-software yang anda butuhkan. Tentu anda selalu bisa minta kepada penjual untuk menyiapkannya (mungkin dengan tambahan biaya tertentu)

HARGA: Semua tahu bahwa harga notebook baru tentu lebih mahal daripada notebook second, tapi tidak semua mempertimbangkan bahwa laptop baru juga akan mengalami penurunan harga yang jauh lebih besar dibandingkan laptop lama ketika dijual kembali. Dan ingat, semakin mahal harga barunya semakin besar pula penurunan harganya. Anda mungkin berpikir "ah... aku memang beli bukan untuk dijual lagi kok........". Sah-sah saja anda berpikir begitu, namun menurut saya kurang bijaksana............... KENAPA?
Laptop (dan gadget elektronik lainnya), berkembang dengan sangat pesat baik dari sisi hardware maupun software, tidak peduli secanggih dan seawet apapun notebook yang anda beli, akan tiba saatnya ketika anda terpaksa menggantinya dengan laptop baru yang lebih canggih. (coba anda cek... masihkah anda menggunakan handphone yang pertama anda beli?? wakakakakak). Ketika saat itu tiba, tentu lebih bijaksana untuk menjualnya kembali daripada membiarkan jadi pengganjal pintu kan??


KOMPONEN: laptop lama tentu menggunakan komponen lama, yang kadangkala sudah sulit ditemukan spare-partnya. Selain itu kalau kita ingin upgrade kapasitas yang tersedia pun terbatas dan harganya juga mahal. Misal Harddisk IDE sekarang jauh lebih mahal daripada SATA, kapasitasnyapun kecil (maks sekitar 160Gb, itupun sulit ditemukan). Memori DDR atau DDR2 lebih mahal dari DDR3, LCD apalagi yang kotak lebih sulit didapat dan mahal darilpada LED wide. dsb

PORT/SLOT/PERIFERAL: mirip dengan komponen, ada port/slot/periferal yang umum di laptop modern tapi tidak tersedia pada laptop lama misalkan HDMI, webcam, e-SATA, sebaliknya, ada juga port laptop lama yang terkadang tidak lagi ada pada laptop modern misalkan PCMCIA, parallel port, serial port, dial-up modem, dll. Jadi sesuaikan juga kelengkapan laptop yang akan anda beli dengan kebutuhan anda. Beberapa orang dengan kebutuhan spesifik akhirnya terpaksa bertahan dengan laptop jadul karena hal ini.

Jadi, kesimpulannya .........

Terserah anda tentunya, kalau saya sih lebih suka laptop yang bekas baru ha..ha..ha..., maksudnya laptop bekas tapi umurnya belum terlalu lama (ya... keluaran sekitar 3-6 bulan yang lalu), dan menjualnya kembali setelah 6bulan - 1 tahun pemakaian. (Pssst... kalau anda ingin menjual laptop lama anda, di sebelah kanan blog ini ada no telp yang bisa dihubungi lho :-) )


Happy shopping ...........